Kamis, 17 Maret 2016

PERINTAH-PERINTAH DASAR PADA DEBIAN

PERINTAH-PERINTAH DASAR PADA DEBIAN
 


1.Perintah login sebagai  #’ROOT’ 
tkjserver@debian-server:~$ su
Password: (masukan password root)
2.MENGHAPUS LAYAR
 debian-server:/home/tkjserver# clear atau tekan Ctrl + l
 

3.MENAMBAH USER  BIASA LAGI  
debian-server:/home/tkjserver# adduser  ‘nama user baru’
 

4.MENGETAHUI SIAPA YANG LOGIN
 debian-server:/home/tkjserver# whoami   

5.UNTUK KELUAR DARI LOGIN
debian-server:/home/tkjserver# exit
 

6.MELIHAT HOSTNAME KITA
debian-server:/home/tkjserver# hostname
 

7.MELIHAT IP ADDRESS
debian-server:/home/tkjserver# ifconfig   

8.MELIHAT DNS SERVER KITA SUDAH TERINSTALL ATAU BELUM
debian-server:/home/tkjserver# apt-get  install  bind9
 

9.UNTUK MERESTART DEBIAN
debian-server:/home/tkjserver# shutdown  –r  now   

10.UNTUK MEMATIKAN DEBIAN
debian-server:/home/tkjserver# shutdown  –h  now

lanjutan perintah dasar debian
1. ls : melihat isi direktori yang aktif
contoh : debian:/# cd /root
debian:/root# ls –à menampilkan isi direktori root

2. cat : melihat isi file secara keseluruhan
contoh : debian-server:/home/tkjserver# cat [nama_file]

3. more : menampilkan isi file per layer
contoh :  debian-server:/home/tkjserver# more [nama_file]

4. tail : menampilkan sepuluh baris terakhir
contoh debian-server:/home/tkjserver# tail [nama_file]

5. less : melihat isi file tetapi yang bisa discroll
contoh debian-server:/home/tkjserver# less [nama_file]

6. cp : mengkopi file
contoh debian-server:/home/tkjserver# cp file1 /home —-à mengkopi file1 dari root ke direktori home

7. mv : memindahkan file
contoh debian-server:/home/tkjserver# mv file1 /home

8. rm : menghapus file
contoh:  debian-server:/home/tkjserver# rm [nama_file]

9. mkdir : membuat direktori
contoh:  debian-server:/home/tkjserver# mkdir [nama_direktori]

10. rmdir : menghapus direktori
contoh:  debian-server:/home/tkjserver# rmdir [nama_direktori]

11. cd : pindah direktori

 

Untuk mengakses isi fle system dalam debian dalam hal ini menambah dan mengurangi file, selain harus login sebagai ‘ROOT’ kita juga memerlukan script khusus dan editor teks
 

a.      Script khusus /etc      =  merupakan yang digunakan pada administrasi system, berfungsi agar kita dapat masuk ke dalam file system-nya
 

b.      Editor teks Editor disini berfungsi agar kita bisa mengedit isi file system-nya, ada banyak editor seperti nano, pico, vi, vim. >> Contoh pemakaiannya : debian-server:/home/tkjserver# pico  /etc/hostname

Cara Instal debian 6 text (COPAS)

Cara Instal debian 6 text


 A. INSTALL OS DEBIAN SERVER

 1. Masukka DVD Debian Part 1 ke DVD-ROM yang ada pada PC. (Pilih Install)
2. Selanjutnya untuk pemilihan bahasa pada saat pengistalan, terserah pada kita, namun disini saya memilih English dalam pengistalan guna mempermudah proses serta tahapan saat menginstall debian server.

3.  Untuk pemilihan Negara, untuk menemukan Negara Indonesia, pilih Other  -> Asia -> Indonesia




4. Selanjutnya akan muncul wizard keyboard layout gunakan saja default, yaitu American English. (Enter)


5. Tunggu Proses Detecting Network Hardware Selesai.


6. Berhubungan dengan Network Interface yang kita gunakan ada   2, maka kita diperintahkan untuk memilih Interface mana yang akan dijadikan sebagai Primary Network Interface. eth0



7.Setelah itu akan muncul wizard Configure The Network.


8.Pada tahap ini kita diperkenankan untuk mengkonfigurasi Jaringan secara manual / static. Untuk tahap pertama pada Configure the network,
 9.masukkanlah IP Address yang akan digunakan untuk eth0. (ex. 192.168.1.30 yang saya gunakan)
 10.masukkanlah subnet mask yang akan digunakan untuk eth0. (ex. 255.255.255.0 yang saya gunakan)


11. masukkanlah IP gateway yang akan digunakan untuk eth0. (ex. 192.168.1.1) / tergantung ISP internet anda


12.Kemudian lanjut pada wizard pengisian name server address yang digunakan untuk melihat hostname pada jaringan setelah server dibuat. Isi dengan name server address dari speedy 192.168.1.1


13.Dilanjutkan untuk pengisian Hostname yang digunakan untuk mengidentifikasikan system kita di dalam jaringan. Disini saya menggunakan hostname sekolah. (Enter).



14.Kemudian akan muncul wizard pengisian Domain. Disini saya menggunakan Domain sch.id (school.indonesia). {Enter}.


15.Kemudian masuk ke tahap Set up Users and Password. Untuk langkah awal pada tahapan ini, terlebih dahulu kita mengisi password untuk Super User atau sering disebut root. Disini saya mengisi password 123 (***). {Enter}.



16.Selanjutnya masukkan kembali password yang diketikkan tadi untuk memverify pengetikan yang tadi dengan benar.


17.Setelah itu muncul wizard untuk pemberian nama lengkap bagi user baru untuk mengakses system / server yang akan dibuat nanti. Disini saya memberikan nama muhammaddaryono.


18.Selanjutnya akan muncul wizard pengisian username untuk masuk ke dalam system, untuk username saya buat daryono. {Enter}.


19. Kemudian muncul wizard Choose a Password for the new user, wizard ini berfungsi untuk memberikan password untuk user yang baru saja dibuat tadi agar dapat mengakses system, namun berbeda dengan akses yang diberikan kepada root yang memiliki akses penuh terhadap system.berikan password 1234


20.ketikkan kembali password yang kita buat untuk user password 1234



21.Selanjutnya kita akan diarahkan ke wizard Configure the clock guna menentukan zona waktu untuk server yang akan kita buat. Pilih Jakarta . (Enter).




22.Kemudian proses installasi berlanjut ke wizard Partition disk untuk membuat partisi pada harddisk dan meletakkan system di dalam disk. Untuk tahap pertama pada proses Partition disk ini kita diberikan beberapa option untuk metode pemartisian, disini saya memilih Manual.


23.Selanjutnya muncul wizard untuk menentukan dimana akan di install system debian dan letak mount point pada harddisk. disini saya memilih yang SCSI1 (0,0,0 (sda)    tekan (Enter)


24.Kemudian muncul wizard untuk meminta persetujuan pembuatan partisi pada harddisk. Pilih yes.


25.Setelah itu pilih harddisk yang telah dikosongkan tadi tekan Enter


26.Setelah itu muncul wizard untuk bagaimana mempartisi atau membagi ruang harddisk yang kosong, saya memilih Automatically partition for the free space, guna mempartisi harddisk yang kosong secara otomatis.


27.Kemudian masuk ke tahap Partition Scheme, untuk memisahkan ruang atau membuat folder – folder untuk penyimpanan file – file system yang akan diinstall, disini saya memilih untuk memisahkan folder masing – masing agar kerja system lebih optimal.saya memilih Separate /home, /usr, /var, and /tmp partition



28.kemudian setelah itu pilih Finish Partitioning and write changes to disk. tekan Enter


29.Kemudian akan muncul wizard untuk meyakinkan untuk membuat perubahan pada disk yang sudah di partisi tadi, pilih saja yes



30.Lalu akan dilanjutkan dengan proses Installing the base system;


31.nantinya akan muncul wizard Configure the package manager guna memberikan kesempatan kepada user untuk men-scan disk yang lain yangberisikan paket – paket software yang nantinya akan digunakan dalam pembuatan server ini. Masukkan terlebih dahulu CD / DVD package software, disini saya pilih no ; karna cd yang saya gunakan tidak berisikan paket-paket software .


32.Tunggu prosesnya hingga muncul kembali wizard yang memberi kita kesempatan untuk men-scan package software yang lain, maka pada wizard ini saya pilih No karna saya tidak menggunakan koneksi internet untuk melanjutkan instal paket debian



33.Jika proses di atas telah selesai maka kita akan dihadapkan pada tahapan Configuring populariry-contest, dimana pada tahapan ini kita ditawarkan untuk berpartisipasi pada Package usage survey. pilih saja No, karena tahapan itu memerlukan koneksi internet, sedangkan kita tidak memerlukannya, maka sebaiknya kita lanjutkan ke tahap berikutnya. Hingga muncul wizard Software selection .



34.Pada wizard ini pilih saja Standard system utilities dengan menekan space pada keyboard. Dan untuk software lainnya kita akan install setelah proses instalasi standar selesai guna untuk mempermudah kita dalam proses konfigurasi. {Continue tunggu proses hingga selesai}.



35.Jika tahapan diatas telah selesai, selanjutnya kita akan dihadapkan pada wizard Install the GRUB boot loader on a hard disk. Pilih Yes untuk melanjutkan Install GRUB boot loader, namun jika kita memiliki aplikasi boot loader yang lain, boleh kita pilih No dan Install boot loader yang kita punya. Namun berhubungan saya tidak memiliki aplikasi boot loader yang lain, maka saya pilih yes.



36.Apabila proses Install the GRUB boot loader telah selesai, dengan begitu proses tahapan telah selesai dan masuk ke wizard Fisnish the installation, pilih Continue , dan kemudian system akan me-restart.




37.Setelah system me-restart, maka selanjutnya akan muncul GRUB yang telah diinstall tadi dan pilih lah yang paling atas.  {Enter}



38.Dilanjutkan dengan pengecekan system dan kemudian kita harus memasukkan user dan password yang akan kita gunakan untuk mengakses system yang telah diinstall tadi. Disini saya akan menggunakan super user : root dan dengan password root yang telah kita buat saat proses instalasi tadi yaitu 123. (Enter)